Mulyo's Homepage
 

Journal

Tuesday,May 5 2009, 12:23:08 PMApakah motivasi anda dalam bekerja?

Motivasi adalah keadaan dalam diri individu yang menyebabkan seseorang bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari bentuknya adalah niat untuk melakukan sesuatu, alasan untuk mencapai tujuan, dasar pemikiran untuk melakukan sesuatu. Untuk menyederhanakan istilah, dalam tulisan ini saya mengartikan motivasi sebagai NIAT.

Segala perbuatan kita ditentukan oleh niat. Sebuah perbuatan yang seolah-olah adalah perbuatan baik sesungguhnya bukan perbuatan baik, jika niatnya adalah tidak baik. Nabi Muhammad mengatakan, "Segala sesuatu tergantung niatnya"

Salah satu pendapat yang sangat populer tentang motivasi atau niat yang mendasari seseorang untuk melakukan sesuatu saya paparkan disini, yakni :

1. Motivasi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis (physiological needs), yaitu kebutuhan untuk makan, berpakaian dan perumahan atau yaitu kebutuhan memenuhi sandang, pangan dan papan.
2. Motivasi untuk mendapatkan rasa aman (safety needs), yaitu keamanan jiwa dan raga, termasuk keamanan dalam memenuhi kebutuhan fisiologisnya
3. Motivasi untuk memenuhi kebutuhan sosial (social needs), yaitu kebutuhan untuk turut serta dalam kelompoknya, bergaul dan diterima di kalangan rekan-rekannya dan dalam pergaulannya
4. Motivasi untuk memenuhi kebutuhan penghargaan (esteem needs), yakni kebutuhan untuk mendapatkan prestise, pujian, atau pengakuan dari orang lain.
5. Motivasi untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs), yakni kebutuhan untuk merealisasikan keinginan dan kemampuannya atau kebutuhan untuk mewujudkan diri dalam bentuk yang diinginkannya.

Motivasi yang dimiliki seseorang tersusun secara bertingkat membentuk sebuah piramida kebutuhan. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling mendasar, kemudian disusul kebutuhan yang lebih tinggi, yakni kebutuhan rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Setelah kebutuhan satu terpenuhi akan disusul kebutuhan berikutnya menuju tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.

Motivasi yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong dirinya untuk berperilaku dalam mencapai kebutuhan tersebut. Kebutuhan yang telah terpenuhi akan menyebabkan daya dorongnya berkurang dan membutuhkan daya dorong yang lain yang berbentuk kebutuhan yang lain. Seseorang yang telah berhasil memenuhi kebutuhan sosial, banyak teman, atau sudah diterima oleh lingkungan pergaulannya dengan sangat baik, pada umumnya tidak terlalu tertarik untuk menambah banyak kenalan lagi dan lebih tertarik untuk mendapat apresiasi, pujian, atau penghargaan dari lingkungan pergaulannya itu.

Dalam mencari penghasilan, seseorang biasanya akan mendapatkan melalui satu atau beberapa cara, umpamanya :

1. Menjadi pekerja (employee), yaitu seseorang yang bekerja pada seseorang (majikan), kantor pemerintahan, atau sebuah perusahaan.
2. Mereka pekerja lepas (self employed) yang menjadi boss bagi dirinya sendiri, seperti seorang profesional (dokter, pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang menjajakan suatu produkatau menjual suatu jasa kepada pihak lain.
3. Menjadi pebisnis (business owner), yaitu seseorang yang menciptakan sebuah usaha, mempekerjakan orang untuk bekerja dan mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu.

Menjadi apa pun diri kita, cara mana pun yang dipilih, salah satu cara atau gabungan beberapa cara, kita harus melakukannya dengan niat tertentu. Niat yang kita miliki dalam mencari penghasilan umumnya mencari uang atau untung sebanyak-banyaknya agar tercapai keamanan finansialnya. Sudah tepatkah niat tersebut?

Kalau kita seorang pekerja., kita akan berusaha melakukan pekerjaannya sebaik-sebaiknya sehingga menjadi pekerja yang berprestasi dan kariernya dapat terus menanjak. Dari kita dia mendapat penghasilan untuk menopang kebutuhan-kebutuhan hidup kita. Tidak jarang, sebagai seorang pekerja kita juga berusaha mencari pekerjaan sambilan atau pekerjaan kedua sebagai pekerja paruh waktu (part time) di tempat lain untuk menambah penghasilan. Niat utama kita dalam bekerja umumnya untuk mencapai keamanan finansial.

Sejalan dengan perkembangan kariernya, biasanya kita akan diminta oleh pihak lain untuk menangani berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan keahlian kita dalam bekerja. Kalau kita itu ahli di bidang akuntansi misalnya, kita akan diminta jasanya untuk menangani akuntansi di suatu tempat di luar tempat kerjanya. Mungkin di waktu yang lain, kita yang akan menawarkan jasa kepada pihak lain sebagai pekerja lepas (self employed). Seorang pekerja lepas akan bekerja untuk diri sendiri dan biasanya berusaha mencari pekerjaan dari seseorang, kantor pemerintahan atau perusahaan yang mendatangkan penghasilan besar yang niatnya adalah untuk mencapai keamanan finansial.

Sebagai seorang pekerja,kita juga dapat melakukan pekerjaan sambilan dengan menjajakan sebuah barang atau menawarkan sebuah jasa di sela-sela pekerjaannya. Aktivitas seperti ini bisa jadi niatnya adalah untuk mendapatkan penghasilan sebagai pekerja sekaligus sebagai pekerja lepas. Mungkin saja setelah merasakan nikmatnya mendapat penghasilan dengan menjajakan barang, menjual jasa, atau merasa sudah waktunya untuk melepas kedudukannya sebagai pekerja, kita akan sepenuhnya menjadi pekerja lepas.

Kita bisa saja mempunyai niat menjadi pekerja lepas tanpa terlebih dahulu melalui proses sebagai seorang pekerja. Untuk itu, biasanya kita akan memilih program pendidikan yang lulusannya dapat bekerja secara mandiri, seperti program studi kedokteran, fisioterapi, ilmu komputer, ilmu hukum, dan sebagainya. Dengan bekerja sebagai seorang profesional diharapkan kita lebih berkemampuan mencapai keamanan finansial.

Ada juga diantara kita yang sejak semula niatnya memang menjadi pebisnis. Pada awalnya, bisa jadi yang kita lakukan mirip dengan apa yang dilakukan seorang pekerja lepas, yakni menjajakan suatu barang atau menjual jasa kepada seseorang, kantor pemerintahan atau sebuah perusahaan. Pada saat merintis usaha, kita mungkin akan menjadi pekerja di perusahaan kita sendiri. Pada tahap ini bisa jadi niat kita adalah juga sekedar mencapai keamanan finansial.

Kalau kita menjadi pekerja, menjadi profesional, penjaja barang, penjual jasa atau menjadi pekerja lepas, seharusnya niat kita jangan sekedar MENCAPAI keamanan finansial. Minimal kita harus melebihi sekedar keamanan finansial, yakni dapat MENJAMIN keamanan finansial.

Kalau saat ini kita sedang merintis untuk menjadi pebisnis sejati, maka kita harus mempunyai niat yang berbeda dan tujuan yang berbeda dengan seorang pekerja lepas. Seorang pebisnis sejati juga akan melakukan aktivitas yang berbeda dan menjadi sosok yang berbeda dengan pekerja lepas. Seorang pebisnis tidak sekedar MENCAPAI keamanan finansial seperti niat yang dimiliki para pekerja atau pekerja lepas. Seorang pebisnis sejati minimal niatnya adalah MENCAPAI keamanan finansial.

Seorang pebisnis sejati berusaha menciptakan dan mengendalikan sistem usaha yang mendatangkan penghasilan secara terus menerus. Penghasilan yang diperoleh dari sistem usaha yang diciptakannya diarahkan untuk menjamin kebutuhan hidupnya tanpa keharusan untuk bekerja, karena system usahanya telah bekerja. Seorang pebisnis sekedar akan menjadi pemilik (business owner) yang aktivitas utamanya hanya mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu dan tidak perlu terlalu bekerja keras.

Seorang pebisnis sejati niatnya dengan demikian adalah mendapatkan kebebasan finansial. Seseorang yang telah mendapatkan kebebasan finansial tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang, karena uang yang dihasilkan dari sistem usahanya telah bekerja keras untuk menghasilkan uang untuk pemilik usahanya.

Bagaimana caranya menjamin keamanan finansial? Bagaimana pula cara mendapatkan kebebasan finansial? Saya akan jelaskan dalam kesempatan yang lain. Insya Allah.

Tulisan-tulisan saya yang lain dapat diakses di http://mulyowiharto.blogspot.com

*

 Tag : motivasi | 353 Views | Post Comments | Share with Friends | Recommend

Guestbook

Post Comment
Subject:
Body: