|
Jum'at, 4 april 2007
Hari ini sean agak gelisah. Dia tidak tau bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Di satu sisi masa lalu yang menyakitkan terus saja menghantuinya agar dia tidak mudah tergoda oleh cinta. Disisi lain dia sudah terlanjur sayang dengan seorang cewek.
Awalnya hanya karena penasaran (ini yang selalu menjadi awal permasalahan) kenapa teman-temannya suka ngejekin sobat karib sean yang bernama rama dengan cewek sekelasnya. Setelah ditanyakan ternyata ada rahasia tersembunyi yang hanya diketahui oleh segelintir orang. Temannya itu pertama kali merasa ragu ingin menceritakan masa lalunya kepada sean, tetapi setelah didesak, ia pun mau menceritakannya.
Semua ini berawal dari acara mahasiswa yang penasaran dengan hal-hal yang berbau perasaan. Setelah kenyang makan bersama, lima orang yang semuanya adalah teman sekelas sean, mulai bercerita tentang kuliahnya. Curhat tersebut berujung kepada persoalan pribadi, apalagi kalau bukan soal wanita. Mereka mulai roling question satu-persatu. Dimulai dengan maman yang dengan malu-malu mengatakan menyukai Tania, kemudian dengan gusgus yang menyukai April, sampai kepada rama yang merupakan orang terakhir dan menyatakan bahwa dia menyukai Lia. Kemudian mereka mulai bertaruh (versi rama), siapa yang dapat memiliki (jadian) dengan orang yang disukainya, maka yang lain akan bayarin dia makan besar. Seperti yang sudah bisa ditebak, rama pun mendatangi lia dalam keadaan basah kuyup karena pada saat itu hujan turun rintik-rintik. Lia pun terkejut melihat rama yang memaksakan diri datang ke kosnya walaupun cuaca tidak mendukung. Setelah mempersilahkan duduk (tanpa minuman karena aku sendiri [sean] juga tidak pernah disuguhi minuman setiap kali kesana), rama pun mulai mengatakan maksud kedatangannya. Lia pun mulai berpikir sejenak, ia mulai menimbang perasaannya saat itu dan pengorbanan rama yang cukup membuatnya terharu, akhirnya ia pun menerima rama dengan syarat tidak boleh ada orang lain yang tau tentang hubungan mereka itu. Rama pun menerima syarat tersebut dengan senang hati dan pulang ke kos dengan senyum mengambang.
Karena dirahasiakan, maka tidak ada yang tau tentang hubungan mereka. Rama pun mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia di tolak. Sedangkan temannya yang lain, ada yang tidak berani dan ada juga yang ditolak seperti rama (versi yang lainnya). Tidak berani, why? Khusus Tania, dia memang sulit ditaklukan. Cewek berjilbab yang menjunjung tinggi harga dirinya dan tak seorang pun yang berani menyentuhnya kecuali sean. Itu juga yang menyebabkan Tania bersikap cuek kepada sean, antara benci dan harga diri yang dikoyak oleh sean dengan menyentuh Tania kapanpun dia mau. Oleh karena itu, teman-teman sulit jika ingin membina hubungan asmara dengan Tania, sean sendiri belum bisa menyentuh hatinya.
Back to rama's story, setengah tahun kemudian rama mutusin lia karena dia merasa hubungan itu tidak didasari oleh cinta dan hati yang tulus, hubungan itu terjadi karena keterpaksaan ingin memenangkan pertaruhan walaupun sebenarnya tidak menang secara fisikly. Dan sekarang rama menyesal sekali, dia ingin kembali kepada lia. Dia ingin menebus kesalahan yang telah diperbuatnya karena sekarang dia merasakan betapa berartinya lia bagi dirinya
Sean yang pernah merasa sakit hati karena dipermainkan oleh cewek, mulai merasa marah kepada rama. Kenapa anak itu begitu teganya mempermainkan perasaan orang lain. Tetapi rasa marah itu hanya saat itu saja, setelah puas mengatakan ini-itu dan sedikit nasehat, semuanya menjadi reda. Kebetulan pada saat itu yaitu hari kamis kemaren, lia jatuh sakit dan tidak bisa ikut kuliah. Dasar otak cinta, sean pun menemukan ide untuk meminta maaf kepada lia. Dia pun mulai bikin janji kepada rama agar jangan pulang dulu sehabis kuliah. Kemudian sean kembali kerumah dan menyempatkan diri untuk membeli buah-buahan sebelum pergi lagi ke kampus.
Setelah selesai kuliah, sean mengajak rama untuk ke kos lia. Rama pun heran, "ada apa ini?" Tanyanya kepada sean. Sean menjawab, "ini saat yang tepat untuk minta maaf. Dia lagi sakit tuh, pasti senang kalau dijenguk dan aku sudah mempersiapkan buah-buahan untuknya" rama hanya mengangguk saja. Mungkin karena terlalu bersemangat, sean lupa bahwa saat itu jam 1 siang dan tentu saja itu adalah jadwal tidur siang, apalagi buat orang yang sakit. Mereka pulang dengan tangan hampa, tapi sudah buat janji kalau nanti malam akan datang lagi.
Sorenya sean segera mempersiapkan diri, dia mulai memilih pakaian yang akan dipakainya nanti. "Ke rumah cewek harus tampil keren dunk ?" batinnya. Setelah selesai colat magrib, dia mulai menyetrika baju kaos merah dan celana jinsnya. Abis isya dia pun mulai berangkat ke kos rama yang sudah menunggunya dari tadi. Setelah itu mereka pun berjalan ke kos lia karena jarak antara kos rama dan lia tidak begitu jauh. Setelah sampai dan mengucapkan salam, mereka dipersilahkan masuk dan duduk. Rama membuka pembicaraan dengan menyerahkan buah yang dari tadi siang ingin sekali diberikannya kepada lia. Mereka mulai mengobrol santai dengan menanyakan kabar lia, terus apakah kondisi lia sudah membaik. Kali ini sean yang mendominasi pembicaraan dengan menceritakan tentang dirinya dan juga bertanya tentang kehidupan lia. Sedangkan rama hanya sesekali menyambung pembicaraan dengan sedikit gombalan.
Tidak berapa lama kemudian, rama pun menyadari posisinya dan mohon diri untuk ke kos temannya sebentar dan akan kembali lagi setelah urusannya selesai. Saat itulah sean mulai dengan pembicaraan serius dengan sedikit pertanyaan jebakan untuk menarik perhatian lia. Dia menanyakan kenapa lia tidak tanggap ketika rama ngomong di kelas dan pertanyaan lainnya, lia hanya menjawab dengan jawaban singkat seperti harus ya? Penting ya? Kalau aku tidak mau jawab? Sean tidak kehilangan akal, dia mulai mengalihkan pembicaraan dengan menceritakan masa lalunya dan ketika cerita itu sudah menghipnotis lia, dia mulai menanyakan pertanyaan yang belum terjawab tadi. Lia yang terbawa arus cerita pun menjawab pertanyaan sean sedikit demi sedikit.
Setengah jam kemudian, rama datang dan ikut nimbrung cerita yang sudah lanjut. Ketika jam sudah menunjukkan angka 9, sean dan rama pamit pulang karena jam bertamu sudah habis. Sesampainya di kos rama, sean pun berkata kepada rama bahwa dia sudah memberikan sedikit gambaran hidup yang real kepada lia, dan sekarang tugas rama sendirilah untuk menyelesaikan cerita cintanya. Tetapi jawaban rama sungguh mengejutkan sean, rama mengatakan : "kau aja yang jadi pacar dia. Aku liat kalian cocok dan sepertinya aku tidak ada harapan lagi" sean hanya terdiam mendengar jawaban rama. Setelah merasa agak tenang, sean pamit pulang.
Sesampainya dirumah, sean mulai memikirkan perkataan rama tadi. Dia tidak habis pikir kenapa rama malah menyuruhnya untuk mendekati lia. Tapi akhirnya dia beranjak tidur dan tidak ingin memikirkan masalah itu lagi.
Selasa, 29 Mei 2007
Setelah siap-siap sorenya dengan pakaian terbaiknya, dia mulai mencari motor nganggur milik temannya. Maklum, sean kan bukan orang yang berada dalam masalah harta. Dia tidak punya apa-apa untuk membeli barang mewah seperti kendaraan bermotor. Jam menunjukkan pukul 19.30, kebetulan motor yang ingin dipakainya sedang dibawa oleh temannya yang lain. Setelah mendapat ijin dari yang punya, sean melesat menuju rumah lia dengan berbagai macam rencana licik didalam kepalanya.
Setelah sampai dan dipersilahkan duduk, lia mulai ambil sikap. Dia mengerti sean ke kosnya tidak hanya untuk membayar keakraban, tetapi ada hal lain yang tersembunyi dari senyuman anehnya itu. Ketika sean mengawali ceritanya, lia segera berkata "jangan ajak aku diskusi ya?" sean hanya tersenyum ringan mendengar hal itu. Dia terus melanjutkan ceritanya tanpa memperdulikan muka lia yang seakan memohon agar dia segera pulang. Kemudian setelah menceritakan tentang dirinya, sean bertanya tentang masalah pribadi lia. Sean berkata "kok aku tak pernah melihat cowokmu lia? Tak mungkin lah kamu tidak punya cowok. Atau mungkin kamu sudah punya yang di kampung? jadinya kamu gak mau punya cowok disini" awalnya lia tidak mau menjawab, tetapi karena sean terus saja menanyainya dan kadang-kadang bercerita tentang dirinya sendiri, lia pun terhipnotis dengan kata-kata sean dan tanpa sengaja dia memberitahukan rahasia yang selama ini ia sembunyikan dari semua temannya. Lia menunjukkan cincin yang ada di jari manis tangan kirinya dan berkata " ini apa?" sean menjawab, "kalau itu aku juga bisa, aku tinggal beli cincin dan kupakai terus aku tunjukin ke teman-teman sambil mengatakan, woi aku sudah tunangan ni !" lia menyahut, "jadi kamu gak percaya ni? Ini beneran lho !" sean mulai dengan pertanyaan seperti seorang peneliti karena dia merasa lia sudah terjebak dengan alur cerita yang dibuatnya. "okelah aku percaya, tapi siapa tuh orangnya? Dia ada disini atau di kampungmu?" Tanya sean. "ya di kampung lah, ngapain juga dia disini" jawab lia. "lebih tua atau lebih muda?" tanya sean lagi. "lebih tua sekitar lima-enam tahun diatasku". "kalau begitu umurnya sekitar 25-27. berarti dia sudah bekerja dong ! terus kalau begitu pikirannya sekarang tinggal nunggu nikah aja, ya kan?" sean memastikan. "iya, dia wiraswasta dan aku dah bilang sama dia, kalau mau sama aku silahkan tunggu sampai aku selesai kuliah, kalau tidak sanggup silahkan nikah dengan yang lain." Setelah berkata seperti itu lia pun menutup mulutnya secara spontan seolah baru tersadar dengan ucapannya tadi. "aku belum pernah ngomongin soal ini sama orang lain, anak ini memang ya!" gumamnya. Sedangkan sean hanya tersenyum karena sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti biasa, lagak sean seperti orang yang tidak tau apa yang terjadi terus saja menganalisa perkataan lia tadi sambil menakuti lia kalau-kalau calonnya itu nanti akan kecantol cewek lain dan seakan mendoktrin lia agar jangan bergantung kepada satu orang saja. Ketika jam tangan sean berbunyi menandakan jam 9 telah tiba, lia segera mengingatkan bahwa jam bertamu sudah habis. Sean pun menghaturkan diri untuk pulang dengan pesan terakhirnya, "berhati-hatilah dengan cinta dan jangan terlalu bergantung kepada satu orang saja".
Setelah pintu ditutup, sean segera beranjak pulang dengan hati yang senang. "jebakan kedua kita berhasil, tinggal menunggu kesempatan untuk rencana selanjutnya, he-he-he!" sean bergumam dalam hati. Setelah sampai di rumah, sean langsung pulang dengan perasan yang puas.
Selasa, 26 juni 2007
Dua minggu setelah program TOEFL dari kampus berjalan. Libur yang cukup panjang mengundang minat sean untuk ikut kursus bahasa inggris gratis dari kampus. Apalagi sejak tahun ini kampus sean sudah menerapkan sebuah kompetensi pembelajaran yang dinamakan quality assurance atau jaminan mutu. Dimana semua mahasiswa diharapkan lulus tepat pada waktunya yaitu 3,5 sampai 4 tahun. Dan untuk menambah skill mahasiswanya, mulai tahun ini setiap ujian skripsi harus memenuhi syarat TOEFL dan TOAFL. TOEFL atau tes of English as foreign language berupa tes untuk menguji kemampuan seseorang dalam berbahasa inggris dimana tes tersebut terdiri dari reading, writing, structure and listening yang mempunyai skor atau nilai pada setiap jawaban yang benar. Skor tertinggi yaitu 680, dan mahasiswa kampus sean dituntut untuk mendapatkan skor minimal 450 sebagai syarat untuk mendapatkan ujian gelar kesarjanaan. Adapun TOAFL sama seperti TOEFL, tapi untuk tes dalam berbahasa Arab dengan skor tertinggi 100, dan mahasiswa dituntut untuk mendapatkan skor minimal 70.
Sebuah kompetensi yang sangat menjanjikan untuk bersaing di masyarakat, akan tetapi hal itu akan menuntut kerja keras para mahasiswa, apalagi yang belum sepenuhnya mengerti dengan bahasa inggris dan bahasa Arab.
Seminggu yang lalu tepatnya hari jum'at, sean berangkat ke Jakarta karena ortunya sedang berada disana mengunjungi kakak sean yang memang bekerja disana. Naik kereta api merupakan kesukaan sean jika bepergian ke luar kota. Disana dia selalu bertemu dengan teman-teman baru yang bisa diajak bercanda dan tentunya ada cewek yang bisa diajak ngomong.
Setengah tahun yang lalu, tepatnya tiga hari sebelum idul adha, sean juga pergi ke Jakarta karena pada idul fitri yang lalu sean tidak pulang ke kampung halamannya. Itu adalah kesempatan untuk mengunjungi orang tuanya dan saat itu adalah kali pertama dia naik kereta api. Disana dia mendapatkan pengalaman dansensasi yang baru. Kebetulan di seberang tempat duduknya ada seorang wanita yang juga pulang karena pada waktu itu liburan sekolah. Awalnya sean cuek aja karena memang itulah gaya khas yang diciptakannya. Tetapi setelah hari menjelang malam dan tidak ada lawan bicara, sean pun memberanikan diri memulai percakapan dengan cewek tersebut. Yah, hanya obrolan biasa seperti orang yang baru kenal. Apalagi pada saat itu ada satu cowok yang ikutan nimbrung. Akhirnya sean memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya menuju gerbong karena udara sangat panas sekali didalam gerbong itu. Setelah sampai di pintu gerbong, sean pun menyalakan rokoknya dan merasakan hembusan angin yang masuk dari jendela yang tidak ada kacanya.
Setelah merasa gerahnya hilang, sean pun kembali ke tempat duduk dan mendapati cewek tersebut sudah duduk di tempat duduknya yang kebetulan memang tidak ada orang lain selain sean. Setelah duduk dan merasa sedikit bosan, sean pun membeli TTS menjelang kantuknya, sedangkan cewek tersebut sedang asyik mendengarkan lagu dari mp3 player milik sean. Kemudian sean pun mulai membuka suasana dengan mengajak cewek tersebut untuk mengisi tts dan mereka pun mengisi bersama. Suatu kesempatan yang jarang didapat sean berdekatan dengan cewek seperti itu. Menjelang tengah malam sean pun mengantuk dan mulai menyandarkan kepalanya di jendela, dan cewek tersebut lagi ngobrol santai dengan cowok tadi.
Menjelang subuh sean bangun tetapi tidak bisa bergerak karena ada sesuatu yang bersandar di bahunya, apalagi kalau bukan cewek tersebut yang sudah larut dengan mimpinya, sean pun meneruskan tidurnya. Ketika waktu subuh sudah masuk dan matahari mulai terlihat di ufuk timur, sean pun mendengar suara yang memanggilnya. Ternyata cewek tersebut membangunkan dirinya agar dia melaksanakan shalat subuh karena kereta baru tiba di Jakarta ketika matahari sudah tinggi. Pada awalnya sean kaget dan sedikit kagum karena sebelumnya tidak ada cewek yang pernah membangunkannya untuk melaksanakan shalat. Ia pun melaksanakan shalat dan setelah itu langsung menuju gerbong untuk mengeringkan keringat yang membasahi tubuhnya. Ketika kereta berhenti di stasiun Jatinegara, laki-laki yang menemani cewek itu ngobrol pun turun. Tinggal sean dan cewek itu yang tersisa. Kesempatan ini digunakan sean untuk berkenalan dengan cewek tersebut yang menyebut namanya Nur. Setelah sampai, mereka pun turun dari kereta dan berpisah di pintu keluar stasiun menuju rumah masing-masing.
Sean pun sangat senang dengan kejadian ini dan selalu rindu untuk naik kereta. Lagipula dia sudah mendapatkan nomor hape cewek itu dan sampai saat ini mereka tetap berteman baik dan sering smsan. Seberkas kenangan yang membuat perubahan dalam kehidupan sean yang dulunya hanya bisa menyakiti cewek dan akhirnya dia disakiti juga. Akan tetapi sekarang dia sudah menyadari kesalahan masa lalunya dan ingin menebusnya dengan memberikan kasih sayang kepada semua cewek yang dikenalnya. Tapi itu tidak membuatnya menjadi playboy karena dia selalu membatasi hubungannya agar tidak menjadi sebuah ikatan cinta. Disamping itu, ia masih menanti kedatangan kekasih yang sangat dicintainya dari dulu.
Jum’at, 3 Agustus 2007
Liburan kuliah tinggal menghitung hari, seminggu lagi sudah masuk registrasi ulang sekaligus pembayaran SPP. Sean masih menikmati liburannya yang hamper selesai, bangun telat dan tidur lambat sudah menjadi kebiasaannya. Tapi selama 2 bulan liburannya, sean mendapatkan banyak kejutan yang memberikan secercah harapan tentang cewek yang dinantinya.
Sebulan yang lalu sean mulai membuka masalah yang selama ini terus saja menyiksanya, tentu saja hal ini berkaitan dengan cinta. Soledad, nama yang diberikan sean kepada cewek yang diyakininya sebagai jodohnya dan cewek yang sering datang ke mimpinya. Sean menceritakan permasalahannya itu kepada Tiwi, temannya semasa SD dan sekarang kuliah di Solo. Selain cantik, tiwi juga mempunyai kecerdasan (kedewasaan) yang mengagumkan. Dia bisa memandang dan menilai sesuatu secara objektif sesuai keilmuan yang dimilikinya.
Malam itu, tanggal 5 juli, sean mengirimkan sms yang berisi sebuah pertanyaan yang berbunyi "kamu percaya gak kalo orang yang sering datang ke mimpi kita itu adalah jodoh kita?" tiwi pun membalas "aku pernah mendengar kisah yang sama seperti yang kamu alami. Katanya itu mitos, tapi sebagian orang percaya kalau jodohnya akan datang, asal diyakini aja. Aku belum pernah ngalamin, tapi mungkin aja." Lalu sean melanjutkan pertanyaannya "aku sih mang sering mimpiin dia, tapi kenapa asal aku bangun, semua yang ada dalam mimpi itu hilang dari memoriku ?" tiwi menjawab "mungkin itu cewek bisa jadi jodoh kamu, kan sapa tau aja! Mungkin belum saatnya ditunjukin wajahnya, tunggu saatnya tiba. Oh ya, kisah kamu mirip sama kisah temanku, tapi dia ingat wajah cowok itu." Sean kaget mendengar jawaban dari tiwi, dia menjadi penasaran dengan orang yang mengalami hal sama seperti dirinya. Lalu dia bertanya tentang cewek tersebut dan ciri-cirinya dan cowoknya.
Tiwi melanjutkan ceritanya "sampai detik ini dia belum dapat menemukan cowok itu dan dia sudah 7 tahun menunggu cowoknya. Meskipun sekarang dia sudah punya pacar, tapi dia tetap menginginkan cowok itu. Kamu beruntung sering memimpikan cewek kamu, dianya Cuma 3 kali katanya, dan umurnya 1 tahun dibawah kita. Kalau ciri-ciri cowoknya, katanya sih kayak kamu : putih, tinggi dan ideal, matanya agak sipit, etc. kalau temenku itu ciri-cirinya : anaknya manis kayak gula, tinggi, matanya agak sipit, terus ada lesung pipinya, dia juga periang dan lucu abis. Dan umur cowoknya itu sepertinya 2 tahun diatas dia, sekarang umur cewek itu 18 tahun, mau 19 oktober nanti." Sean langsung menyimpan semua data itu kedalam memorinya, mana tau aja tu cewek soledadku, pikir sean.
Teka-teki tentang apakah teman cewek tiwi itu adalah soledad atau tidak terjawab kemaren malam. Setelah sekian lama akhirnya sean mimpi bertemu soledad, tapi dengan alur cerita yang baru. Dimana pada saat itu sean berteman dengan seorang cewek yang disukainya. Dan tiap hari sean selalu menemaninya hingga pada suatu kesempatan cewek itu menunjukkan rasa sukanya kepada sean dan mengajak sean pulang bareng, tetapi sean malah asik ngobrol dengan cewek lain sambil memperbaiki sesuatu di mobilnya. Cewek itupun langsung pergi menghilang, dan ketika sean mengejarnya, cewek tersebut tidak ada lagi dalam pandangannya. Sean pun berteriak memanggilnya dan langsung terbangun dari mimpinya. Setelah merasa agak tenang dari bangunnya, sean mencoba mengingat kembali cewek yang ada didalam mimpinya tadi. Sepertinya dia mengenal cewek tersebut dan pernah bertemu dengannya, orangnya putih, tinggi hampir sama dengan sean, dan berjilbab. Berbeda dengan ciri-ciri temannya tiwi!
Hal ini membuat sean harus bekerja keras lagi untuk mencari cinta sejatinya, walaupun itu membutuhkan waktu yang lama. Ujian semester telah usai, liburan pun didepan mata. Karena ujian akhir di kampus sean termasuk yang paling cepat, jadi mereka mendapat jatah libur yang cukup panjang sekitar 2,5 bulan. Teman-teman kelas sean lagi mempersiapkan jalan-jalan yang mereka namai dengan keakraban, ritual pelepas kelelahan selama ujian dan dilaksanakan setahun sekali ketika libur tengah tahun. Sean mendapatkan tugas menjadi seksi dokumentasi pada acara tersebut dan kebetulan lia menjadi bendahara. Jadi iuran kegiatan diserahkan kepada lia dan hari ini adalah hari terakhir untuk membayar iuran tersebut. Sean sudah ancang-ancang untuk ke rumah lia malam ini dengan alasan membayar kekaraban, padahal dia ingin ngobrol panjang dengan lia. |